HIPOTESIS



PENGERTIAN

  • Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya.
  • Hipotesis statistik adalah pernyataan atau dugaan mengenai satu atau lebih populasi. Benar atau salah suatu hipotesis tidak pernah diketahui dengan pasti, kecuali jika seluruh populasi di periksa.

  • Menurut Sutrisno Hadi Hipotesis adalah tentang pemecahan masalah.

  • Hipotesis dapat diuji dan ditunjukkan kemungkinan benar atau tidak benar atau di falsifikasi.

  • ·Hipotesis adalah alat  yang besar dayanya untuk memajukan pengetahuan karena membuat ilmuwan dapat keluar dari dirinya sendiri.


FUNGSI PENTING HIPOTESIS DI DALAM PENELITIAN

  • untuk menguji teori
  • mendorong munculnya teori 
  •   menerangkan fenomena social
  •  sebagai pendoman untuk mengarahkan penelitian.
  • Memberikan kerangka untuk menyusun kesimpulan yang akan dihasilkan.

MENURUT BENTUKNYA, HIPOTESIS DIBAGI MENJADI :
·         Hipotesis penelitian/kerja
Ø  Anggapan dasar peneliti terhadap suatu masalh yang sedang dikaji.
Ex: ada hubungan antara krisis ekonomi dengan jumlah orang stress
·         Hipotesis oprasional
Ø  Hipotesis ini bersifat obyektif. Artinya tidak semata-mata berdasarkan anggapan dasarnya, tetapi juga berdasarkan obyektifitasnya.
Untuk itu peneliti memerlukan Hipotesis pembanding yang bersifat obyektif dan netral atau secara teknis disebut Hipotesis nol (H0)
Ex: H0: tidak ada hubungan antara krisis ekonomi dengan jumlah orang stress.
·         Hipotesis statistic
Ø  Merupakan jenis hipotesis yang dirumuska dalam bentuk notasi statistic.
Hipotesis ini dirumuskan berdasarkan pengamatan peneliti terhadap populasi dalam bentuk angka-angka (kuantitatif)
Ex: Ho: r=0; atau H0: p=0

TAHAP-TAHAP HIPOTESIS
  1. Penentuan Masalah
  2. Hipotesis Pendahuluan atau Hipotesis Preliminer (preliminary hypothesis).
  • Dugaan atau anggapan sementara yang menjadi pangkal bertolak dari semua kegiatan. Ini digunakan juga dalam penalaran ilmiah. 
3.      Pengumpulan Fakta.
à hanya dipilih fakta-fakta yang relevan dengan hipotesa preliminer
4.       Formulasi Hipotesa.
à Hipotesa diciptakan saat terdapat hubungan                 tertentu di antara sejumlah fakta.
5.       Pengujian Hipotesa
à mencocokkan hipotesa dengan keadaan yang dapat diamati dalam istilah ilmiah hal ini disebut verifikasi(pembenaran).
à Apabila hipotesa terbukti cocok dengan  fakta maka disebut konfirmasi.
à Falsifikasi(penyalahan) terjadi jika usaha menemukan fakta dalam pengujian hipotesa tidak sesuai dengan hipotesa.
6.       Aplikasi Penerapan
à Apabila hipotesa itu benar dan dapat diadakan menjadi ramalan (dalam istilah ilmiah disebut prediksi), dan ramalan itu harus terbukti cocok dengan fakta. Kemudian harus dapat diverifikasikan dengan fakta.

CIRI-CIRI HIPOTESIS YANG BAIK
¢  Dinyatakan dalam Kalimat yang Tegas
¢  Dapat diuji secara ilmiah.
¢  Dasar dalam merumuskan hipotesis kuat.
BENTUK RUMUSAN HIPOTESIS
¢  Hipotesis Deskriptif
Ø  adalah dugaan tentang nilai suatu variabel mandiri, tidak membuat perbandingan atau hubungan
Ø  Dalam perumusan hipotesis statistik, antara hipotesis nol dan alternatif selalu berpasangan, bila salah satu ditolak, maka yang lain pasti diterima sehingga dapat dibuat keputusan yang tegas
CONTOH : Suatu perusahaan minuman harus mengikuti ketentuan, bahwa salah satu unsur kimia hanya boleh dicampurkan paling banyak 1%. (paling banyak berarti lebih kecil/sama dengan : ≤ )
RUMUSAN HIPOTESIS STATISTIK
Ho :  µ    0,01 (lebih kecil atau sama dengan)
Ha :  µ  >  0,01 >  (lebih besar)
Dibaca : Hipotesis nol utk parameter populasi berbentuk proporsi (1% : proporsi) lebih kecil/sama dengan 1%, dan hipotesis alternatifnya, untuk populasi yang berbentuk proporsi lebih besar dari 1%
¢  Hipotesis Komparatif
Ø  Adalah pernyataan yang menunjukkan dugaan nilai dlm suatu variabel atau lebih pada sampel yang berbeda.
CONTOH:
-          Tidak terdapat perbedaan daya tahan lampu antara lampu merk A dan B
-          Daya tahan lampu merk B paling kecil sama dengan lampu merk A
-          Daya tahan lampu merk B paling tinggi sama dengan lampu merk A
¢  Hipotesis Asosiatif
Ø  Adalah suatu pernyataan yang menunjukkan dugaan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih.
CONTOH: Adakah hubungan antara gaya kepemimpinan dengan efektivitas kerja?
  Rumus dan hipotesis nolnya : tidak ada hubungan antara gaya kepemimpinan dengaN efektifitas kerja

TARAF KESALAHAN DALAM PENGUJIAN HIPOTESIS
q  Pada dasarnya menguji hipotesis adalah menaksir parameter populasi berdasarkan data sampel
q  Terdapat  cara menaksir yaitu:
Ø  A point estimate titik taksir : suatu taksiran parameter populasi berdasarkan satu nilai data sampel.
Ø  Interval Estimate/ convidence interval [taksiran Interval] : suatu taksiran parameter populasi berdasarkan nilai interval data sampel
Contoh :
Saya berhipotesis [menaksirkan] bahwa daya tahan kerja orang Indonesia itu  10 jam/hari [point estimate] à Karena daya tahan kerja orang Indonesia ditaksir melalui 1 nilai yaitu 10 jam/hari.
Daya tahan kerja orang Indonesia antara 8  sampai 12 jam/hari [interval estimate] à nilai intervalnya adalah 8-12 jam.

                                 


Dari gambar tersebut dapat diberi penjelasan sbb:
  1. Daya tahan kerja orang Indonesia ditaksir 10 jam/hari hipotesis ini bersifat Point Estimate, tidak mempunyai daerah taksiran, kemungkinan kesalahan tinggi. Misal  99%
  2. Daya tahan kerja orang Indonesia  8 – 12 jam/hari ,terdapat daerah taksiran
  3. Daya tahan kerja orang Indonesia antara 6 – 14 jam/har, daerah taksiran lebih besar, sehingga kemungkinan kesalahan lebih kecil, Misal 1%
     Jadi makin besar interval taksirannya maka akan semakin kecil kesalahannya.




Sumber : Dari PPT Statistika Hipotesis Bu Intan Muning S 2017

Komentar